Isra-Mi’raj-dalam-Dalil-Al-Qur'an
Umum

Isra Mi’raj dalam Dalil Al-Qur’an

Isra Mi’raj Dilakukan oleh Nabi Muhammad dengan tubuh dan pikiran – Pembaca yang baik, diberkati oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Di halaman ini kami berkhotbah bahwa kami akan menyampaikan materi irigasi spiritual; Isra Mi’raj dilakukan dengan raga dan jiwa oleh Nabi kia Muhammad Shollallahu ‘alaihi wa sallam.

Sementara itu silahkan baca uraian berikut sampai selesai.

 

Isra-Mi’raj-dalam-Dalil-Al-Qur'an

Berikut Ini Telah Kami Kumpulkan Yang Bersumber Dari Laman https://www.dutadakwah.co.id/ Yang Akhirnya Saya Tuliskan Disini.

Isra Mi’raj Dilakukan oleh Nabi Muhammad dengan jasmani dan rohani

Materi tentang “Isra Mi’raj yang dibawakan oleh Nabi kia Muhammad Shollallahu ‘alaihi wa sallam dengan raga dan jiwanya” disampaikan secara singkat sebagai rujukan bagi para santri atau siapapun yang menganggapnya benar-benar perlu ketika mereka mengusahakan Isra Mi’ raj menyampaikan .
pengantar

Damai besertamu, damai sejahtera atas Tuhan dan berkat atas dia

بسم الله الرحمن الرحيم, الحمد لله والشكر لله ولا حول ولا قوة الا بالله العلي العظيم, أعوذ بالله من الشيطان الرجيم, سبحان الذي أسرى بعبده ليلا من المسجد الحرام إلى المسجد الأقصى الذي باركنا حوله لنريه من آياتنا إنه هو السميع البصير اللهم صل على سيدنا محمد وَعَلَى ءَالِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ ، أما بعد

Puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Doa dan salam bisa diberikan di hari Nabi Muhammad shollahu ‘alaihi wa sallam. Ma’asyiral muslimiin paus muslim rohimakumullah. Al-hamdu lillah terima kasih kepada Allah Ta’ala yang telah memberikan kita semua kesehatan fisik dan mental. Kita semua memiliki kewajiban untuk bersyukur.

Mari langsung ke materi kami di halaman ini.

Argumen Isra dalam Alquran

Kita semua pasti sudah hafal ayat yang dijelaskan ayat ini tentang Isranya Nabi kita Muhammad Shollahu ‘alaihi wa sallam.

Allah Subhanahu wa Ta’ala mengatakan dalam Al Qur’an sebagai berikut:

اعوذ بالله من الشيطان الرجيم, سبحان الذي أسرى ل ليلامن

Artinya: Alhamdulillah, yang mengantarkan hamba-hambanya dari Masjidil Haram ke Masjid Aqsa dalam satu malam, yang Kami berkati di sekelilingnya sehingga kami bisa menunjukkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda kami (kebesaran). Lihat, dia adalah pendengar, orang yang tahu. (QS. Al-Isra: 1).

Ayat ini mengatakan bahwa Allah menyucikan diri-Nya seperti yang dijelaskan dalam tafsir Ibn Katsir.

Dalam Tafsir Ibn Katsir

Disebutkan dalam Tafsir Ibn Katsir kami; Tuhan memuji dirinya sendiri, memuliakan posisinya karena kuasanya atas apa yang tidak dapat dikendalikan orang lain. Karenanya tidak ada tuhan lain [yang berhak disembah] selain Dia, dan tidak ada Rabb lain selain Dia.

Penjelasan dan artinya

Dalam ayat tersebut, Allah Ta’ala mengklaim bahwa Allah menuntun hambanya, Nabi Muhammad Shollallahu ‘alaihi wa sallam, ke Masjidil pada malam keberangkatannya dari Masjidil-harom, yaitu masjid di Mekkah al-Mukarromah aqsho, yaitu “baitilmaqdis. “di Palestina. Tempat apa ini telah menjadi pusat para nabi sejak Nabiyullah Ibrahi al-Kholil ‘alaihis sallaam. Itulah mengapa he-bilau berkumpul di sana untuknya. Dan Nabi Muhammad Shollallahu ‘alaihi wa sallaam menjadi imam mereka di tempat dan di rumah semua. Dan ini adalah bukti bahwa dia adalah Nabi Muhammad, seorang imam besar dan pemimpin terkemuka.

Kata Allah: “الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ” yang artinya; (yang telah Kami berkati di sekitarnya) yaitu panen dan buah-buahan. Ini dijelaskan dalam komentar Ibn Kathir.

Apa salah satu makna Tuhan memberkati dia?

Secara lirik, ayat itu berlanjut; “لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا” yang artinya; (jadi kita bisa menunjukkan padanya beberapa tanda kita). Tuhan tahu yang terbaik. Begitu juga di antara tujuan; Allah Ta’ala ingin menunjukkan kepadanya beberapa tanda kebesaran dan kekuasaannya. Nabi Muhammad Shollallahu ‘alaihi wa sallaam.

Nabi Isra dengan keadaan sadar bukanlah mimpi

Nabi Muhammad, yang lahir dari Allah, terjaga dan bukan mimi pada saat kesadaran. Artinya isronnya itu langsung raga dan jiwa, bukan di Mimipi sebelum tidur. Atau hanya jiwa tanpa tubuh. Dan inilah keyakinan kami umat Islam terhadap Ahlus Sunnah wal-jama’ah. Begitu pula dengan i’tikad, keyakinan mayoritas umat Islam di dunia dari sekarang hingga saat ini.

Memang ada orang dari komunitas Muslim yang tidak percaya pada Nabi Isa dalam keadaan sadar. Orang tersebut meyakini bahwa nabi isro hanyalah jiwa, atau nabi isro hanyalah mimpi. Saudara-saudariku Muslim yang diberkati oleh Allah. Kita harus menolak pemahaman seperti itu dengan alasan apapun, tidak peduli seberapa besar argumennya.

Kita harus percaya bahwa dia adalah isra dan bahwa mi’rajnya dalam keadaan sadar. Dalam hal ini, ada banyak usulan yang menjelaskan tentang Isro dan Mi’rajnya. Di Syaa Allah kita akan berbicara lebih banyak tentang Isra mi’raj di halaman berikutnya. Kami pikir cukup sampai di sini dulu agar pembaca bisa mengerti.

Demikian materi singkat tentang; Isra Mi’raj Dilakukan Nabi Muhammad SAW dengan jasmani dan rohani – Semoga bermanfaat. Mohon abaikan uraian kami jika pembaca tidak setuju. Terima kasih atas kunjungan anda Wallahu A’lamu Bish-Showab wa Billahit-Taufiq Wal-Hidayah

Lihat Juga: https://www.dutadakwah.co.id/doa-menyembelih-hewan/