Pengertian-kemiskinan-indikator-faktor-pedoman-program
Pendidikan

Pengertian kemiskinan: indikator, faktor, pedoman, program

Definisi kemiskinan
Buka baca cepat

Dalam kamus sains populer, kata “miskin” berarti tidak dimiliki (aset yang tidak mencukupi) atau bangkrut. Kata “membutuhkan” diartikan sebagai orang yang sangat miskin. Secara etimologis, maknanya termasuk bahwa kemiskinan sarat dengan masalah konsumsi. Hal ini dimulai pada era neoklasik, dimana kemiskinan hanya terlihat melalui interaksi negatif (ketimpangan) antara pekerja dan upah yang diperoleh.

Pengertian-kemiskinan-indikator-faktor-pedoman-program

Kemiskinan juga dapat diartikan sebagai kondisi dimana seseorang tidak dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, atau kekurangan dalam arti minimnya materi dimana mereka tidak dapat menikmati lembaga pendidikan, pelayanan kesehatan dan fasilitas lain yang tersedia di zaman modern ini.

Selain perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi

, pengembangan makna kemiskinan yang hakiki merupakan suatu keniscayaan. Mulai dari ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar konsumsi dan memperbaiki keadaan, hingga pemahaman yang lebih luas yang mencakup komponen sosial dan moral. Misalnya pandangan yang dikemukakan oleh Ali Khomsan bahwa kemiskinan muncul dari minimnya lapangan kerja di berbagai sektor, baik industri maupun pembangunan.

Sejalan dengan pendapat di atas adalah bahwa kemiskinan disebabkan oleh ketimpangan faktor-faktor produksi, atau kemiskinan adalah ketidakberdayaan masyarakat terhadap sistem yang dijalankan oleh pemerintah sehingga menempatkan mereka pada posisi yang sangat lemah dan tereksploitasi. Makna tertinggi ini lebih dikenal sebagai kemiskinan struktural.

Kemiskinan dapat dibagi menjadi tiga definisi: kemiskinan absolut, kemiskinan relatif, dan kemiskinan budaya. Seseorang digolongkan sangat miskin jika pendapatannya di bawah garis kemiskinan. Tidaklah cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup minimum: makanan, sandang, kesehatan, perumahan, pendidikan. Seseorang yang tergolong miskin sebenarnya hidup di atas garis kemiskinan, namun masih di bawah kemampuan masyarakat sekitarnya. Miskin budaya sangat erat kaitannya dengan sikap seseorang atau sekelompok orang yang, meskipun ada upaya dari pihak lain untuk membantu mereka, tidak ingin mencoba meningkatkan taraf hidup mereka.
Indikator kemiskinan

Indikator kemiskinan

Untuk mendapatkan solusi kemiskinan, penting bagi kita untuk mengikuti indikator kemiskinan ini secara mendetail. Indikator kemiskinan yang diberikan oleh Badan Pusat Statistik adalah sebagai berikut:

Ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar konsumen (sandang, pangan, dan papan).
Kurangnya akses terhadap kebutuhan dasar hidup lainnya (kesehatan, pendidikan, sanitasi, air bersih dan transportasi).
Tidak ada jaminan masa depan (karena tidak ada investasi dalam pendidikan dan keluarga).
Kerentanan terhadap guncangan yang bersifat individual dan masif.
Kualitas sumber daya manusia yang buruk dan sumber daya alam yang terbatas.
Kurangnya apresiasi terhadap kegiatan sosial di masyarakat.
Kurangnya akses ke pekerjaan dan mata pencaharian yang berkelanjutan.
Ketidakmampuan berbisnis karena cacat fisik atau mental.
Disabilitas dan kemandirian sosial (anak terlantar, korban KDRT, janda miskin, kelompok terpinggirkan dan terasing).

Baca lebih lanjut: Senyawa Kimia

Faktor Penyebab Kemiskinan

Faktor-penyebab-kemiskinan

Ada dua kondisi dimana kemiskinan terjadi, yaitu kemiskinan alami dan kemiskinan artifisial. Kemiskinan alam muncul dari sumber daya alam yang terbatas (SDA), penggunaan teknologi yang buruk dan bencana alam. Kemiskinan artifisial disebabkan oleh pengaruh birokrat yang kurang kompeten dalam mengendalikan perekonomian dan berbagai fasilitas yang tersedia, sehingga sulit untuk keluar dari krisis kemiskinan ini. Akibatnya, para ekonom selalu mengkritik secara agresif kebijakan pembangunan yang memprioritaskan pertumbuhan daripada pemerataan.

Di bawah ini adalah beberapa penyebab kemiskinan menurut Karimah Kuraiyyim, antara lain:

Menurunnya standar perkembangan pendapatan per kapita dunia.

Perlu ditekankan di sini bahwa standar pendapatan per kapita bergerak dalam ekuilibrium dengan produktivitas yang ada dalam suatu sistem. Seiring dengan peningkatan produktivitas secara bertahap, pendapatan per kapita juga meningkat. Sebaliknya, ketika produktivitas turun, pendapatan per kapita turun pada saat yang bersamaan. Berikut adalah beberapa faktor yang mempengaruhi penurunan standar perkembangan pendapatan per kapita:

Meningkatkan standar pembangunan suatu daerah.
Kebijakan ekonomi yang tidak sehat.
Faktor asing termasuk:

1) Han Rusak

 

LIHAT JUGA :

http://41914110003.blog.mercubuana.ac.id/kinemaster-diamond/
http://41914110003.blog.mercubuana.ac.id/pengertian-pendapatan-per-kapita-adalah/
https://silviayohana.student.telkomuniversity.ac.id/gbwhatsapp/
https://aldirenaldi.blog.institutpendidikan.ac.id/kinemaster-pro/
https://aldirenaldi.blog.institutpendidikan.ac.id/alight-motion-pro/
https://aldirenaldi.blog.institutpendidikan.ac.id/sejarah-berdirinya-pbb/
https://projects.co.id/public/browse_users/view/ab4512/ojelhtc
https://blog-mahasiswa.uin-suska.ac.id/susanti/
https://syifa.student.ittelkom-pwt.ac.id/kinemaster-diamond/
https://blog.uad.ac.id/lestari1300012156/kinemaster-pro/
https://blog.uad.ac.id/lestari1300012156/alight-motion-pro/
https://blog.uad.ac.id/lestari1300012156/pengertian-enzim-laktase/
https://syifa.student.ittelkom-pwt.ac.id/pengertian-lingkungan-sosial/
http://linux.blog.gunadarma.ac.id/2021/04/18/pengertian-komunikasi-non-verbal/
http://linux.blog.gunadarma.ac.id/2021/04/18/alight-motion-pro/