Puspresnas-menyelenggarakan-FLS2N-2021-untuk-siswa-berkebutuhan-khusus
Pendidikan

Puspresnas menyelenggarakan FLS2N 2021 untuk siswa berkebutuhan khusus

Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyelenggarakan Festival Kompetisi Seni Nasional (FLS2N) Siswa Berkebutuhan Khusus (PDBK) di tingkat nasional.

Puspresnas-menyelenggarakan-FLS2N-2021-untuk-siswa-berkebutuhan-khusus

FLS2N tidak hanya ingin meneliti bakat mahasiswa PDBK di bidang seni budaya

, tetapi juga ingin menjadi wadah pelestarian budaya bagi para duta daerah.

“Kami bangga dengan anak-anak kami, adik-adik kami yang menjadi peserta FLS2N PDBK. Dengan mengikuti kegiatan ini, mereka juga berperan sebagai duta daerah untuk memperkenalkan, melestarikan dan melestarikan budaya sebagai kekayaan bangsa Indonesia,” ujar Pj Kepala Puspresnas, Asep Sukmayadi. , di Bandung, Rabu (9 Januari 2021).

Menurutnya, pelaksanaan PDBK FLS2N merupakan salah satu bentuk upaya melestarikan keanekaragaman

dan mewujudkan pelestarian budaya bangsa.

Melalui karya kreatif PDBK di masing-masing daerah, para peserta menampilkan karya seni yang menjadi ciri khas masing-masing daerah.

“Agar kita semua tahu bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang kaya budaya dengan karakter yang beragam, masing-masing karakter mencerminkan kearifan lokal daerahnya masing-masing,” lanjut Asep.

Dapatkan informasi, inspirasi, dan wawasan di email Anda.
email pendaftaran

Menurut Asep, keragaman karya seni PDBK yang ditampilkan dalam FLS2N

menunjukkan bahwa setiap daerah memiliki ciri khas budayanya masing-masing. Dimana keragaman budaya ini merupakan kekayaan suatu bangsa yang perlu dilestarikan dan dilestarikan.

Selain itu, sebagai ajang untuk mencetak generasi yang tangguh dan kreatif, FLS2N tidak hanya menjadi wahana kompetisi tetapi juga sebagai upaya penguatan character building.

Oleh karena itu, PDBK memiliki kepercayaan diri, semangat dan optimisme untuk mewujudkan mimpinya.

Asep yakin acara ini akan mendorong positif para peserta sehingga ada motivasi yang kuat untuk mengaktualisasikan diri dan berkompetisi secara sehat.

“FLS2N untuk PDBK adalah kesempatan unik untuk mengembangkan bakat seni melalui karya-karya yang hanya diketahui oleh orang-orang di sekitar mereka, Asep.

Baca juga: Puspresnas: 53 Keberhasilan Internasional Mahasiswa Indonesia di Tengah Pandemi 2021
11 kompetisi

PDBK FLS2N tahun ini dilaksanakan secara daring dengan peserta dari satuan pendidikan khusus setingkat SDLB/SMPLB/SMLB dan satuan pendidikan dengan pendidikan integratif pada jenjang program SD/SMP/SMA/SMK/Pendidikan Masyarakat/paket.

Ada 11 lomba yang diselenggarakan, yaitu:

Menyanyi di SDLB/tingkat sederajat, kekhususan untuk tunanetra/buta/buta/autistik/autistik
Menyanyi di tingkat SMPLB/SMALB/sederajat, khusus jenis tunanetra/buta/tunadaksa/autisme
Melukis pada tingkat SDLB/sederajat, jenis tertentu Tunarungu/Tuli/Tuli/Tunadaksa/Autisme
Melukis setingkat SMPLB/SMALB/sederajat, khusus jenis tuli/buta tab/tunadaksa/autisme
Desain grafis untuk jenjang SMPLB/sederajat, khusus Tuna Rungu/Klinden/Autisme
Desain grafis untuk SMALB / spesialisasi setara untuk tunarungu / clinde / autis
Menari di tingkat SMPLB / SMALB / sederajat, jenis khusus tuli / buta tab / klinik / autisme
MTQ untuk SMPLB / SMALB / jenis kekhususan yang setara untuk tunanetra / tunanetra / tunanetra / autis
Pantomim setingkat SMPLB/SMLB/sederajat, tunarungu tipe tertentu,
Membuat komik strip untuk jenjang SMPLB/SMALB/sederajat, Tuna Rungu/Clinden/Autistik jenis tertentu dan
Membuat dan membaca puisi di tingkat SMPLB / SMALB / sederajat, khusus untuk tunanetra / klinik / autis.

Baca juga: Kado Istimewa HUT RI ke-76, Devon dan Mishka Raih Medali Olimpiade Matematika Internasional

“Dengan adanya internet, kejujuran menjadi prioritas utama. Kejujuran sebagai sikap moral diri sendiri bukan didapat dari buku, tetapi dari sikap, perilaku, perkataan dan perbuatan,” ujar Asep kepada para peserta.

Untuk kompetisi ini, 343 peserta dari 34 provinsi mendaftar dan mengunggah dokumen hukum secara online.

Dari jumlah tersebut, 341 peserta dinyatakan lulus uji validitas. Peserta yang lolos keabsahan produksi karya akan dikirim ke panitia kompetisi melalui portal https://pk.Pusatprestasinasional.kemdikbud.go.id.

Asep mengucapkan terima kasih kepada para peserta yang tetap semangat dalam berkarya meski dalam situasi pandemi Covid-19 saat ini. Ia berharap dengan tatanan kehidupan yang baru (di era kebiasaan baru) seluruh elemen masyarakat dapat menjaga kesehatan dan keselamatan diri sendiri dan orang lain.

 

LIHAT JUGA :

greenlifestyle.or.id
kopertis2.or.id
rsddrsoebandi.id
ktb-mitsubishimotors.co.id
topijelajah.com
mesinmilenial.com