Sumber Daya Air dan Sumber Daya Mineral

Sumber Daya Air dan Sumber Daya Mineral

Sumber daya air adalah segala objek air yang ada di perairan serta dapat dimanfaatkan bagi kehidupan manusia. Sumber daya air memiliki peran yang sangat penting bagi kehidupan karena air merupakan kebutuhan pokok bagi setiap makhluk hidup. Manusia membutuhkan air untuk minum, mandi, mencuci, memasak, mengairi sawah, menyiram tanaman, memberi minum hewan, dan berbagai keperluan lainnya.

Keberadaan sumber daya air dipengaruhi oleh faktor persebaran air, siklus hidrologi, kualitas air, dan kuantitas air. Sumber daya air merupakan sumber daya yang tersedia melimpah, namun sangat terbatas. Artinya, keberadaan air di permukaan bumi memang sangat banyak, tetapi apabila kelestariannya tidak dapat terjaga, maka sangat mungkin sumber daya air tersebut (terutama air bersih) akan habis.

Keberadaan sumber daya mineral di Indonesia berkaitan erat dengan kondisi geologi. Indonesia terletak di pertemuan antara rangkaian pegunungan Sirkum Pasifik dan Sirkum Mediterania. Sebagai dampak positif dari hal tersebut adalah Indonesia kaya akan berbagai macam sumber daya mineral. Akan tetapi, dampak negatifnya adalah Indonesia menjadi daerah yang rawan terhadap berbagai macam bencana alam.

Manusia sangat bergantung kepada berbagai macam sumber daya mineral untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, seperti kebutuhan untuk perumahan, perabot rumah tangga, sarana transportasi, bahan-bahan industri, mesin, dan masih banyak lagi. Kebutuhan sumber daya mineral terus mengalami peningkatan, padahal ketersediaannya di alam sangat terbatas. Pemanfaatan berbagai macam sumber daya mineral yang pada awalnya sangat terbatas (untuk kebutuhan tertentu saja), kini menjadi hampir setiap aspek kebutuhan manusia memerlukan sumber daya mineral.

Menurut jenisnya, sumber daya mineral dapat diklasifikasikan menjadi sumber daya mineral logam dan sumber daya mineral nonlogam. Sumber daya mineral logam, misalnya seperti besi, nikel, tembaga, timah, emas, dan perak. Sementara itu, sumber daya mineral nonlogam, misalnya seperti kuarsa (silika), pasir, lempung, dan bentonit.

Menurut Katili dan Marks (1963), sumber daya mineral diklasifikasikan menjadi mineral bijih, mineral bukan logam dan bahan galian industri, serta mineral bahan bakar. Mineral bijih adalah mineral yang mengandung logam. Mineral bukan logam dan bahan galian industri adalah semua bahan galian yang bukan merupakan mineral logam, namun memiliki kegunaan untuk sektor industri. Sementara itu, mineral bahan bakar adalah mineral yang dapat digunakan sebagai bahan bakar.

Pemerintah membagi sumber daya mineral menjadi 3 golongan dengan tujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya mineral di Indonesia. Ketiga golongan tersebut adalah bahan galian golongan A, bahan galian golongan B, dan bahan galian golongan C. Bahan galian golongan A merupakan sumber daya mineral strategis, yaitu sumber daya mineral yang sangat penting bagi perekonomian negara, hajat hidup rakyat, dan keamanan negara. Sumber daya mineral yang termasuk dalam golongan A adalah minyak bumi, batu bara, uranium, nikel, timah putih, dan kobalt. Bahan galian golongan B merupakan sumber daya mineral yang dianggap vital bagi kepentingan negara. Sumber daya mineral yang termasuk golongan B adalah besi, tembaga, emas, perak, platina, bauksit, belerang, mangaan, timbal, dan seng. Sementara itu, bahan galian golongan C merupakan sumber daya mineral yang tidak termasuk dalam golongan strategis dan vital, seperti fosfat, nitrat, asbes, mika, kuarsa, gips, granit, marmer, lempung, dan pasir.

Keberadaan setiap jenis sumber daya mineral tidak merata di seluruh tempat di permukaan bumi. Seperti yang telah disinggung sebelumnya, hal ini disebabkan karena mineral yang terkandung di dalam permukaan bumi sangat bergantung kepada kondisi geologi. Keberadaan sumber daya mineral dapat ditentukan dengan asosiasi (kedekatan hubungan) dengan batuan. Sebagai contoh, nikel memiliki asosiasi dengan batuan beku ultra basa. Timah dan uranium memiliki asosiasi dengan batuan beku asam, seperti granit. Tembaga dan emas memiliki asosiasi dengan batuan beku intermediet, seperti andesit dan diorit. Selain itu, minyak bumi memiliki asosiasi dengan batuan sedimen.


Baca Artikel Lainnya: